<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6510251507829382806</id><updated>2011-09-11T07:08:27.853+07:00</updated><category term='Renungan'/><category term='Industri telekomunikasi Indonesai'/><title type='text'>Leonardus Wahyu "Sonny" Mihardjo</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://leonarduswahyu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6510251507829382806/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leonarduswahyu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Leonardus Wahyu " Sonny" Mihardjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13935486052842023994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_vqJHtD3f4D8/SH1wpkADoAI/AAAAAAAAAAM/3AvTueEYEiE/S220/LWWM.JPG'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>6</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6510251507829382806.post-1504739717271509828</id><published>2010-05-28T00:05:00.002+07:00</published><updated>2010-05-28T00:11:56.073+07:00</updated><title type='text'>Penawaran Accor Vacation Club</title><content type='html'>Accor Vacation Club memberi penawaran to stay at Accor Hotel Club in Bali (Novotel, Mercure, Ibis) for 4D/3N is only $189 deluxe room for a couple and 2 children, with one requirement : we have to attend to Accor Vacation Club presentation for 90 minutes and held Gold Credit Card members.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Is there anybody having experience with Accor Vacation Club members?&lt;br /&gt;Is it mandatory by attending their invitation in Bali , we must become a members?&lt;br /&gt;Since I heard to become a members of Accor Vacation club, we have to spend at least IDR 90 mio with 30 years membership and holding 10%-45% discount to stay at accor Hotel.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6510251507829382806-1504739717271509828?l=leonarduswahyu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leonarduswahyu.blogspot.com/feeds/1504739717271509828/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6510251507829382806&amp;postID=1504739717271509828' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6510251507829382806/posts/default/1504739717271509828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6510251507829382806/posts/default/1504739717271509828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leonarduswahyu.blogspot.com/2010/05/penawaran-accor-vacation-club.html' title='Penawaran Accor Vacation Club'/><author><name>Leonardus Wahyu " Sonny" Mihardjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13935486052842023994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_vqJHtD3f4D8/SH1wpkADoAI/AAAAAAAAAAM/3AvTueEYEiE/S220/LWWM.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6510251507829382806.post-3171104221120269979</id><published>2010-05-27T23:30:00.002+07:00</published><updated>2010-05-28T00:05:18.230+07:00</updated><title type='text'>Pengalaman Membeli Properti dari Pengembang yang Tidak Diketahui Tak Recordnya (Kasus Cilangkap Residence)</title><content type='html'>Memang benar hal yang terpenting dalam membeli properti tidak hanya lokasi, lokasi dan lokasi, tetapi yang perlu dicermati adalah Siapa Pengembang dibalik properti atau developer dari perumahan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cilangkap Residence yang mulai dibangun pada awal 2008, terletak di Cipayung Jakarta Timur, dekat kelurahan dan Pelatnas PBSI. Sangat strategis menurut kami, karena daerah yang sedang tumbuh dan akses ke tol bisa dilakukan melalui JOR dan Jagorawi. Rencana kami ingin mencari Ruko sebagai bagian dari pembelajaran untuk melatih theory2 business yang didapat selama ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena baru dibuka, dan bagi kami sangat menarik sebagai salah satu dari pembeli awal terhadap properti tersebut, harga yang ditawarkan okelah bagi kami reasonable dan kalo dihitung2 bisa akan berkembang dengan pesat. Maka mulailah kita booking Ruko tersebut, walaupun kita tidak tahu dengan pasti siapa developer yang tercatat dalam hal ini PT HI, maka kami coba untuk memitigasi risiko bisnis dengan salah satunya menggunakan fasilitas KPR dari bank Bumn yang ternama yang memang terkenal di bisnis properti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Booking fee udah kita bayar sekitar awal 2008, selanjutnya DP1, dan pararely proses KPR ke bank tersebut, setelah assesment, Bank setuju untuk mencover 80% dari nilai penjualan tersebut. Pihak developer kemudian meminta kami untuk melunasi 20% sebagai uang muka. dan kita deal dengan Bank untuk mencairkan sisa dana tersebut kalo propertinya siap untuk diserah terimakan. Pihak developer berjanji untuk dapat menyelesaikan pembangunan selama 1 tahun atau pertengahan 2009.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecurigaan mulai muncul, saat awal 2009, Satpol PP yang melakukan penertiban terhadap bangunan yang tidak memiliki IMB, merusak juga bangunan terutama Ruko yang terdapat di perumahan tersebut. Untuk mensikapi situasi tersebut kita datang ke developer menanyakan masalah tersebut, dan developer berjanji akan menuntaskan IMB Ruko, karena IMB yang sudah keluar hanya IMB untuk perumahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecurigaan kedua, muncul pada saat kita tanyakan ke Bank yang akan memberikan kreditur KPR hanya memberikan jaminan pinjaman 70%, sehingga kita dihubungi developer untuk menambah 10% DP lagi. Akhirnya setelah kita konfirmasi ke pimpinan Bank tersebut tentang kondisi dan kondite dari developer, pihak bank menyatakan aman, bisa ditambahkan uang muka 10% ke developer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunggu punya tunggu, kita tanyakan ke developer sampai akhir tahun, kenapa bangunan tidak selesai2. Pada awal tahun 2010 pada saat kita cek tenant yang sudah menempati Ruko ternyata developer yang membangun properti tersebut lari dan bersengketa dengan pemilik tanah. sebagian dari tanah yang dikerjasamakan antara pemilik tanah dengan developer sudah diagunkan ke Bank, namun pihak developer tidak mampu melaksanakan kewajibannya untuk pelunasan ke bank dan pemborong bangunan, sehingga kita calon pembeli ruko yang sudah dibangun menuju finishing tidak tahu harus menyelesaikan masalah dengan siapa. kalo ditempati pasti disita bank, dan direcokin sama pemborong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya kita ketemu sama pemilik tanah untuk dapat mengembalikan uang muka yang sudah kita bayar. Pemilik tanah berjanji akan mengembalikan dalam waktu 3 bulan. 3 bulan kita cek, ada pembeli dari pemborongnya dan minta 1 bulan lagi pembayaran DP yg sudah kita bayar, berarti bulan depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tunggu etikad baik dari pemiliknya, walaupun bagaimanapun ini pelajaran berharga : JANGAN MEMBELI PROPERTI YANG TIDAK JELAS TRACK RECORD DEVELOPERNYA.&lt;br /&gt;pastikan developer punya kemampuan finansial yang cukup, dan jangan gegabah, property adalah long term invesment, take decision for a while to assure that everything is fine.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KITA TUNGGU 1 Bulan Ke depan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6510251507829382806-3171104221120269979?l=leonarduswahyu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leonarduswahyu.blogspot.com/feeds/3171104221120269979/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6510251507829382806&amp;postID=3171104221120269979' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6510251507829382806/posts/default/3171104221120269979'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6510251507829382806/posts/default/3171104221120269979'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leonarduswahyu.blogspot.com/2010/05/pengalaman-membeli-properti-dari.html' title='Pengalaman Membeli Properti dari Pengembang yang Tidak Diketahui Tak Recordnya (Kasus Cilangkap Residence)'/><author><name>Leonardus Wahyu " Sonny" Mihardjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13935486052842023994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_vqJHtD3f4D8/SH1wpkADoAI/AAAAAAAAAAM/3AvTueEYEiE/S220/LWWM.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6510251507829382806.post-8566887110717668808</id><published>2009-02-19T02:44:00.002+07:00</published><updated>2009-02-19T02:51:53.060+07:00</updated><title type='text'>Simpel dan Kontrol</title><content type='html'>kadang-kadang kita dihadapkan pada suatu kompleksitas yang sebenarnya kalo kita lihat secara lebih luas dibuat oleh karena perspepsi kita. Mindset kita sendiri yang membelenggu kita sehingga kita sendiri yang merupakan sumber masalah tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengetahui masalah secara benar sebenarnya telah menyelesaikan 50% dari masalah itu sendiri. Kadang-kadang kita tidak secara sadar menyelesaikan masalah malah membikin masalah baru karena sebenarnya kita tidak tahu masalahnya secara benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perumusan masalah sendiri tidaklah mudah, kadang-kadang kita tidak berani melihat lebih keluar lagi atau thinking out of box dari mindset kita sendiri yang kita bentuk sendiri atau dibentuk oleh Lingkungan sekitar. Orang yang bijak akan senantiasa melihat lebih keluar dari masalah yang dihadapinya, sehingga dia dapat menyelesaikan masalah secara simple tidak komplek namun tetap dalam kontrol yang bersangkutan, karena dia telah melihat masalah dan risiko yang berkaitan dengan pengambilan keputusan yang dibuat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik menjadikan solusi menjadi simple (dengan melihat esensi masalah) dalam takaran control resiko yang bisa kita tolerir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batam, 19 Feb 2009&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6510251507829382806-8566887110717668808?l=leonarduswahyu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leonarduswahyu.blogspot.com/feeds/8566887110717668808/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6510251507829382806&amp;postID=8566887110717668808' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6510251507829382806/posts/default/8566887110717668808'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6510251507829382806/posts/default/8566887110717668808'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leonarduswahyu.blogspot.com/2009/02/simpel-dan-kontrol.html' title='Simpel dan Kontrol'/><author><name>Leonardus Wahyu " Sonny" Mihardjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13935486052842023994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_vqJHtD3f4D8/SH1wpkADoAI/AAAAAAAAAAM/3AvTueEYEiE/S220/LWWM.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6510251507829382806.post-18651040062355774</id><published>2009-02-19T02:34:00.002+07:00</published><updated>2009-02-19T02:44:04.338+07:00</updated><title type='text'>Menjadi Diri Sendiri (My Way)</title><content type='html'>Pada saat mengikuti training management pas di USA, teringat salah satu komen dari rekan menyatakan bahwa hal yang terpenting dari hidup ini adalah bisa menjadi diri sendiri. Ditengah terombang ambingnya perekonomian dunia, dunia politik yang mengarah pada politik praktis yang berdampak pada "politik bisnis", pergeseran sosial culture yang terjadi di Masyarakat, maka perlu adanya suatu sikap dari masing-masing Individu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"My Way" adalah istilah yang mungkin bisa dikatakan tepat dalam menghadapi perubahan ini, dan memanage ekpetasi kita yang semakin tidak tak terbatas. Pada saat kita bisa berjalan dengan jalan kita sendiri atau My Way, maka kita memiliki sikap terhadap setiap perubahan atau keterombang-ambingnya ketidakpastian yang pasti akan terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjadi diri kita berarti kita telah secara sadar melihat dari sisi internal capability kita dan juga ekternal yang menjadi pressure terhadap ketidakmampuan kita sendiri. Dengan menjadi diri kita memakai jalan kita (my way) berarti pula kita telah memanage ekpektasi kita. sehingga kita bisa menjadikan hidup ini sebagai pilihan kita bukan pilihan orang lain, masyarakat sekitar ataupun  dunia lain yang membelenggu kita....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6510251507829382806-18651040062355774?l=leonarduswahyu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leonarduswahyu.blogspot.com/feeds/18651040062355774/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6510251507829382806&amp;postID=18651040062355774' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6510251507829382806/posts/default/18651040062355774'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6510251507829382806/posts/default/18651040062355774'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leonarduswahyu.blogspot.com/2009/02/menjadi-diri-sendiri-my-way.html' title='Menjadi Diri Sendiri (My Way)'/><author><name>Leonardus Wahyu " Sonny" Mihardjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13935486052842023994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_vqJHtD3f4D8/SH1wpkADoAI/AAAAAAAAAAM/3AvTueEYEiE/S220/LWWM.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6510251507829382806.post-1489883473927287730</id><published>2008-09-23T12:04:00.005+07:00</published><updated>2008-09-23T12:31:16.375+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Industri telekomunikasi Indonesai'/><title type='text'>KPPU, TOWER DAN KEPASTIAN USAHA INDUSTRI TELEKOMUNIKASI INDONESIA</title><content type='html'>Putusan KPPU yang berkaitan dengan tuduhan terhadap operator yang berafiliasi dalam Group Temasek yang dituduh menjalankan aliansi dalam Group untuk mengatur sistem pentarifan terhadap industri seluler sehingga konsumen secara tidak sadar terbebani dengan sistem tarif yang tidak wajar dibanding dengan kewajaran nilai investasi menjadi pro dan kontra terhadap usaha bisnis telekomunikasi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan putusan yang memberi denda terhadap operator yang berafiliasi dalam group tersebut yang berarti bahwa pemerintah secara tidak langsung dianggap tidak dapat mengatur atau memanage pemain atau operator sehingga harga yang ditetapkan oleh operator jauh dari kewajaran, disikapi secara reaktif oleh operator cellular. Hal ini menyebabkan setelah putusan tersebut disikapi secara reaktif oleh operator dengan menurunkan tarif yang significant pada akhir 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Operator merasa bahwa tuduhan yang dibebankan ke mereka adalah tidak sewajarnya karena bukan operator yang seharusnya disalahkan tapi karena pemerintah sendiri yang tidak bisa mengatur kewajaran dari harga yang disampaikan kepada pelanngan. Secara peraturan pemerintah menetapkan tarif atas yang dapat dibebankan kepada konsumen, dan selama itu tidak ada operator yang menetapkan tarif diatas dari ambang batas tarif yang ditetapkan oleh pemerintah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini mendorong operator bereaksi secara reaktif dengan menurunkan tarif sehingga setelah keputusan tersebut industri telekomunikasi di Indonesia menghadapi perang tarif. Kondisi perang tarif dilihat dari sisi pelanggan juga kurang menguntungkan, karena walaupun pelanggan secara affordabilitas mampu menggunakan layanan telekomunikasi dengan waktu yang lebih lama dibandingkan dengan periode sebelum perang tariff dengan anggaran yang sama, namun secara kualitas banyak dirugikan karena seringnya terjadi drop call dan kualitas suara yang kurang bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Game dari permainan operator berubah dari tadinya senantiasa bicara kualitas dan coverage layanan sekarang bicara volume. Bicara volume berarti bicara kapasitas. Bicara kapasitas berarti bicara investasi. Investasi berarti akan bicara Site Acquisition. Bicara Site Acquisition maka akan bicara perijinan dan tower.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah inilah masalah mulai terjadi, kembali karena tidak adanya tatanan industri telekomunikasi yang jelas di Indonesia, tower menjadi issue bagi pengembangan kapasitas industri telekomunikasi di Indonesia. Melihat bahwa industri telekomunikasi tumbuh dengan cepat dan profitabilitas yang tinggi karena tariff yang ditetapkan tidak pada sewajarnya sehingga investasi terhadap industri ini cukup tinggi, maka mulailah masalah itu Timbul. Dengan dalih untuk menata dan mengatur tata letak atau penempatan tower, maka keluarlah Peraturan pemerintah yang mewajibkan operator untuk mensharing tower yang dimiliki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maksud dari Peraturan pemerintah tentang tower memang bagus untuk melakukan penataan, namun implementasi dari Permen ini yang perlu dipertanyakan. Sejak tahun 2006 ada pemerintah daerah yang tidak mengeluarkan ijin kepada operator untuk membangun tower. Artinya tidak akan ada penambahan kapasitas dan coverage bagi operator tersebut, sedang disatu sisi operator dihadapkan pada perang tarif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sampai kapan hal ini terjadi, demikan parahkan infrastruktur legal di tanah air ini, sehingga banyak biaya-biaya siluman yang harus dikeluarkan karena tidak adanya peraturan yang jelas dari pemerintah. Mudah-mudahan dalam era pembangunan ini, pemerintah sadar bahwa yang utama adalah masyarakat, dan masyarakat dapat terlayani hak untuk mendapatkan layanan informasi sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari hak asasi manusia dan operator dapat memberikan layanan tersebut dengan harga yang murah dan kualitas yang terjaga karena kapasitas yang dimilikinya tidak dihambat oleh sistem perijinan yang berkaitan dengan kebijakan pemerintah.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6510251507829382806-1489883473927287730?l=leonarduswahyu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leonarduswahyu.blogspot.com/feeds/1489883473927287730/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6510251507829382806&amp;postID=1489883473927287730' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6510251507829382806/posts/default/1489883473927287730'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6510251507829382806/posts/default/1489883473927287730'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leonarduswahyu.blogspot.com/2008/09/kppu-tower-dan-kepastian-usaha-industri.html' title='KPPU, TOWER DAN KEPASTIAN USAHA INDUSTRI TELEKOMUNIKASI INDONESIA'/><author><name>Leonardus Wahyu " Sonny" Mihardjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13935486052842023994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_vqJHtD3f4D8/SH1wpkADoAI/AAAAAAAAAAM/3AvTueEYEiE/S220/LWWM.JPG'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6510251507829382806.post-4504691476260176765</id><published>2008-07-16T00:31:00.000+07:00</published><updated>2008-07-16T10:50:14.652+07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Renungan'/><title type='text'>Apa yang kamu cari dari hidup ini</title><content type='html'>&lt;span style="font-family:lucida grande;"&gt;Terkadang kalau kita kembali melihat dari awal kehidupan ini, kita tidak pernah menyadari bahwa anugrah hidup adalah berkah dari Yang Maha Kuasa yang terindah. Tidak ada yang lebih indah dari kebebasan yang diberikan oleh Tuhan melalui hidup ini. Pilihan hidup tergantung dari kita sendiri, kita mau apa terserah dari kita. Hanya talenta yang Tuhan berikan kepada kita berbeda-beda, kembali tergantung dari pilihan hidup kita. Apakah kita bisa mengupayakan talenta yang Tuhan berikan ataukah kita biarkan saja bahkan kita rusak Talenta tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berkaitan dengan hal tersebut, maka kalau kita sadari "segala yang kita miliki" ini absolutely tidak akan kita bawa bahkan sampai mati. Kadang-kadang kita mengejar sesuatu yang semu dengan acuan standard dari orang lain, dengan alasan orang lain bisa kenapa kita tidak bisa. Hal ini berakibatkan banyak kegiatan kita yang secara hati nurani tidak sesuai dengan hati nurani kita demi penyamaan atas standard orang lain. Akibatnya muncul istilah "Homo Homini Lupus", manusia memakan manusia yang lain. Tidak ada rasa bersyukur atas apa yang Tuhan berikan kepada kita. Kita jarang melihat ke bawah bahwa masih banyak orang yang dibawah kita yang tidak seberuntung kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita harus berani melihat kembali " untuk apa kita hidup". Kalau orang Jawa bilang " hidup ini sekedar waktu untuk minum". Begitu cepat waktu berjalan, kita tidak sadar bahwa kita makin tua, makin berumur dan akhirnya siap menjelang ajal. Pertanyaan sekarang " apa yang sudah kita berikan dalam hidup ini?". Kadang kita tidak melihat bahwa disekitar kita banyak orang yang kekurangan, dan seharusnya kita bisa membantu, tapi kita tidak pernah berikan, karena kita mau menerima tapi tidak mau melepas. Menerima atas talenta yang diberikan Tuhan, dan tidak menyadari bahwa talenta yang diberikan tersebut harus juga "dilepas" dibagi kepada sesama yang secara talenta tidak seberuntung kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sehingga sebelum ajal, sudah waktunya kita melihat " apa yang kita cari dari hidup ini" harta untuk anak cucu yang akan habis? kebijakan ? atau apa. Sehingga pilihan kita apakah kita kaya dari sisi harta dengan segala cara kita upayakan? atau kita sedang-sedang aja, tapi batin kita bahagia karena kita mau berbagi dengan orang lain? atau kita kekurangan secara harta, tapi bahagia secara batin karena kita banyak memberi daripada menerima. itulah pilihan hidup yang Tuhan berikan dan kita memang harus mensyukuri hal tersebut, merenungkan kembali apa yang bisa kita berikan terhadap sesama kita. Sehingga kita terlepas dari hal-hal negatif, korupsi, kolusi, pornografi, perselingkuhan dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;July 16, 2008&lt;br /&gt;Saat aku merenung&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6510251507829382806-4504691476260176765?l=leonarduswahyu.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://leonarduswahyu.blogspot.com/feeds/4504691476260176765/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=6510251507829382806&amp;postID=4504691476260176765' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6510251507829382806/posts/default/4504691476260176765'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6510251507829382806/posts/default/4504691476260176765'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://leonarduswahyu.blogspot.com/2008/07/apa-yang-kamu-cari-dari-hidup-ini.html' title='Apa yang kamu cari dari hidup ini'/><author><name>Leonardus Wahyu " Sonny" Mihardjo</name><uri>http://www.blogger.com/profile/13935486052842023994</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='24' src='http://bp0.blogger.com/_vqJHtD3f4D8/SH1wpkADoAI/AAAAAAAAAAM/3AvTueEYEiE/S220/LWWM.JPG'/></author><thr:total>1</thr:total></entry></feed>
